PROPOSAL PTK BAHASA INDONESIA UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SD

Written By Pak Daryono S.S on Friday, October 26, 2012 | 6:32 AM

PROPOSAL PTK BAHASA INDONESIA

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS
IV SD TERHADAP TEKS PANJANG MELALUI PEMILIHAN
KATA KUNCI UNTUK SETIAP PARAGRAF DALAM
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Oleh:
ETI SUHAETI

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Bahasa merupakan alat komnikasi, melalui bahasa manusia dapat saling berhubungan, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain, dan meningkatkan kemampuan intelektual.
Belajar bahasa pada hakekatnya adalah belajar tentang bagaimana cara berkomunikasi yang baik berdasarkan kaidah yang berlaku. Oleh karena itu pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tertulis.
Pembelajaran bahasa diarahkan untuk mempertajam kepekaan perasaan siswa. Siswa diharapkan tidak hanya memapu memahami informasi yang disampaikan secara langsung melainkan juga yang disampaikan secara tidak langsung. Untuk itu arah dan tujuan pembelajarannya selain untuk meningkatkan keterampilan berbahasa juga untuk meningkatkan kemampuan berfikir dan bernalar, serta memperluas wawasan. Dalam pembelajaran berbahasa terdapat empat aspek pokok yang harus dikuasai, keempat aspek tersebut adalah kemampuan menyimak, membaca, menulis dan berbicara.
Dalam bentuk tulisan, menggunakan bahasa sangat dipengaruhi oleh tanda baca, ejaan, dan paragraf. Sedangkan secara lisan penggunaan bahasa sangat dipengaruhi oleh informasi, nada, irama, tekanan kata, tekanan kalimat, dan tempo.
Fungsi utama bahasa adalah sebagai alat untuk berkomunikasi. Komunikasi yang dimaksud dalam hal ini adalah sesuatu proses penyampaian maksud atau isi hati pembicara kepada orang lain (lawan bicara) dengan menggunakan saluran tertentu. Maksud komunikasi dapat berupa  pengungkapan pikiran, gagasan, ide, pendapat, persetujuan, keinginan,  atau penyampaian informasi tentang suatu peristiwa.
Salah satu bahan pengajaran bahasa yang terdapat dalam kurikulum adalah ”memahami teks panjang”.
Selama ini para guru sangat sulit mengajarkan teks panjang. Biasanya hanya siswa cerdas saja yang bisa memahami teks panjang, sementara siswa yang kurang cerdas tidak memahami teks panjang. Tetapi jika suatu teks itu pendek, maka siswa pada umumnya bisa memahami teks itu dengan relatif mudah.
Oleh karena itu jika suatu teks panjang itu dipecah-pecah menjadi beberapa paragraf, maka diperkiranya siswa umumnya akan lebih mudah memahami teks itu. Setelah satu persatu paragraf dipahami oleh siswa, kemungkinan keseluruhan paragraf dalam teks panjang itu dapat dipahami juga oleh siswa.
Cara lainnya adalah mencari kata-kata ”kunci” dalam setiap paragraf. Selama ini biasanya siswa berusaha menghapal paragraf demi paragraf. Cara-cara ini tentu saja sangat menyulitkan siswa. Lagi-lagi hanya siswa yang cerdas yang bisa melakukannya. Kebanyakan siswa sangat sulit menghapal suatu teks yang panjang. Terlebih-lebih dalam zaman revoluasi buku dan informasi ini rasanya kurang tepat menggunakan metode hapalan. Memang metode ini (hapalan) tetap masih penting, tapi terbatas untuk meteri-materi yang sangat ”esensial”.
Hanya persoalannya, mencari kata ”kunci” tidaklah mudah. Guru harus bersabar melatih siswa untuk memilih kata-kata ”kunci” dalam setiap paragraf. Setelah terbiasa umumnya siswa bisa memilih kata-kata ”kunci” dengan tepat.

B.   KAJIAN TEORI
Rooijakkers (1990) membuat satu bab khusus tentang “ketrampilan membuat karya tulis”. Penyusunan makalah dimulai dengan membuat ikhtisar, baru kemudian menyusun karya tulis (makalah) secara lengkap.
Tulisan Rooijakkers ini dapat dijadikan dasar teoritis PTK ini.
Menurut Rooijakkers, ikhtisar terdiri dari tiga tahapan: pertama, menentukan tema, kedua, menentukan apa yang dibicarakan berhubungan dengan tema tersebut, dan ketiga, memilih hal-hal yang perlu ditulis dalam ikhtisar tersebut. Melalui ketiga tahapan tersebut mahasiswa akan dapat membuat ikhtisar yang baik serta dapat bekerja penuh dan berdaya guna. Untuk membuat ikhtisar, maka seseorang terlebih dahulu perlu mempunyai pandangan yang luas dan mendalam tentang masalah yang dibicarakan.
Menentukan tema. Rooijakkers (1990) menyebutkan, kalau anda ingin memahami suatu karangan dan kemudian hendak membuat ikhtisarnya maka anda perlu menelaah secara cermat uraian tentang pokok masalahnya; bahkan juga anda perlu mempunyai pandangan tentang setiap bagian yang ada di dalamnya. Hal terpenting di sini, menurut Rooijakkers, adalah anda harus dapat melihat jalan ceritanya serta dapat memegangnya. Pokok dari masalah yang dibicarakan dalam suatu karangan itu disebut “tema”.
Seluruh uraian mempunyai “tema”, tetapi tiap bagian juga mempunyai “tema”-nya sendiri-sendiri. Tema merupakan pokok untuk bagian tertentu. Tema dalam suatu karangan seringkali disebut secara jelas-jelas, namun tidak jarang pula dinyatakan dengan kata-kata yang menunjuknya. Dalam hal yang terakhir ini anda perlu memperhatikan kata-kata yang menunjuk tema termaksud. Sebagai contoh, karangan tentang “presiden” tentu akan ada namanya, selain sebutan-sebutan lainnya, antara lain pemimpin, kepala negara, orang penting, dan lain sebagainya. Anda harus tahu bahwa kata-kata seperti itu dimaksudkan sebagai petunjuk tema karangan yang bersangkutan. Dalam suatu alinea kadang-kadang pembaca mudah sekali menemukan temanya. Tetapi tidak jarang pula tema sulit ditemukan. Walau begitu toh perlu dicari tema tiap bagian kecil atau tiap alinea dalam suatu karangan. Sebabnya, tanpa mengetahui temanya kiranya sulit untuk membuat suatu ikhtisar.
Menentukan apa yang perlu dibicarakan berhubungan dengan tema. Kalau pembaca sudah mengetahui tema karangan yang sedang dihadapinya, selanjutnya dapat ditentukan apa yang dibicarakan berhubungan dengan tema itu. Bila kita memperhatikan suatu alinea, lanjut Rooijakkers, tema yang termuat di dalamnya tersusun dari “ungkapan dasar” dan “keterangan tambahan” tentang ungkapan dasar itu. Skemanya dapat dilihat berikut ini:
TEMA = UNGKAPAN DASAR + KETERANGAN TAMBAHAN


Seringkali suatu alinea diawali dengan ungkapan dasar, kemudian disusul dengan keterangan-keterangan tambahan. Keterangan-keterangan tersebut memberi jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan. Misalnya: siapa yang bersangkutan, bagaimana halnya, bilamana terjadi, bagaimana proses kejadiannya, dan lain sebagainya. Keterangan itu memberi penjelasan tentang ungkapan dasar. Rooijakkers mencontohkan satu alinea dari sebuah naskah di sebuah Harian:

Sistem modul pertama kali saya temui dalam perkuliahan. Di situ mahasiswa dituntut untuk selalu tekun mengikuti kuliah. Dalam sisten tersebut digunakan apa yang disebut “kertas kuliah”, dan pengajar tidak menjadi medium belajar secara langsung. Kertas kuliah itu berisi bahan kuliah yang harus dibaca, dimengerti dan dibahas sendiri oleh mahasiswa.

Manakah “tema”, mana “ungkapan dasar”, dan mana pula “keterangan-keterangan dalam contoh naskah di atas, sebagai berikut:

TEMA
=
Sistem modul

UNGKAPAN DASAR
=
Sistem dengan tata kerja memberi tugas kepada para mahasiswa

KETERANGAN-KETERANGAN
=
Perubahan kegiatan pengajar serta arti “kertas kuliah”

Untuk membuat suatu ikhtisar mahasiswa perlu mengetahui susunan tiap alinea serta menelitinya; juga mencari temanya serta melihat bagaimana tema itu tersusun dari ungkapan dasar dan keterangan-keterangan tambahan.

C.  PERUMUSAN MASALAH
Masalah utama penelitian tindakan kelas ini adalah, bagaimana upaya meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SD terhadap teks panjang melalui pemilihan kata kunci untuk setiap paragraf dalam pembelajaran Bahasa Indonesia?
            Adapun secara khusus dan operasional, masalah-masalah yang menjadi fokus penelitian ini dapat diuraikan menjadi beberapa pertanyaan berikut:
1.      Bagaimanakah ”perencanaan” mengajarkan Bahasa Indonesia yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap teks panjang melalui pendekatan ”konvensional” dan ”pemilihan kata kunci untuk setiap paragraf”?
2.      Bagaimanakah ”pelaksanaan” mengajarkan Bahasa Indonesia yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap teks panjang melalui pendekatan ”konvensional” dan ”pemilihan kata kunci untuk setiap paragraf”?
3.      Bagaimanakah tingkat pemahaman siswa terhadap teks panjang dalam pelajaran Bahasa Indonesia melalui pendekatan ”konvensional” dan pendekatan ”pemilihan kata kunci untuk setiap paragraf”?
4.      Sejauh mana efektivitas pendekatan ”konvensional” dan pendekatan ”pemilihan kata kunci untuk setiap paragraf” dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap teks panjang?

D. TUJUAN PENELITIAN
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode ”pemilihan kata kunci untuk setiap paragraf” dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap teks panjang pada pelajaran Bahasa Indonesia di SD.  
Adapun secara khusus dan operasional, PTK ini bertujuan sebagai berikut:
1.      Mengetahui ”perencanaan” mengajarkan Bahasa Indonesia yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap teks panjang melalui pendekatan ”konvensional” dan ”pemilihan kata kunci untuk setiap paragraf”.  
2.      Mengetahui ”pelaksanaan” mengajarkan Bahasa Indonesia yang dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap teks panjang melalui pendekatan ”konvensional” dan ”pemilihan kata kunci untuk setiap paragraf”.  
3.      Mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap teks panjang dalam pelajaran Bahasa Indonesia melalui pendekatan ”konvensional” dan pendekatan ”pemilihan kata kunci untuk setiap paragraf”.
4.      Mengukur efektivitas metode ”konvensional” dan pendekatan ”pemilihan kata kunci untuk setiap paragraf”

E. MANFAAT PTK
Hasil PTK ini sangat bermanfaat terutama bagi guru Bahasa Indonesia, Kepala Sekolah, dan Kepala UPTD PAUD dan SD, yakni: 
1.       Bagi guru Bahasa Indonesia, hasil PTK ini dapat dijadikan model pengajaran teks panjang melalui metode ”pemilihan kata kunci dalam setiap paragraf”.
2.       Bagi Kepala SD, hasil penelitian ini – jika terbukti metode ”pemilihan kata kunci dalam setiap paragraf” memang berhasil – dapat dijadikan “model” pembelajaran Bahasa Indonesia dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap teks panjang. Hasil penelitian ini pun dapat disebarkan kepada setiap guru yang mengajarkan pemahaman teks panjang dalam pelajaran Bahasa Indonesia.
3.       Bagi Kepala UPTD PAUD dan SD, hasil penelitian ini dapat disebar-luaskan kepada seluruh guru Bahasa Indonesia di wilayah kerjanya.

F. DEFINISI ISTILAH
Ada 3 (tiga) istilah dalam judul PTK ini yang perlu mendapat penjelasan, yaitu: ”kata kunci”, ”paragraf”, dan  “teks panjang”.
”Kata kunci” adalah ......................................................................................
”Paragraf” adalah .........................................................................................
”Teks panjang” adalah ..................................................................................

G. METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR).
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan ini  dilaksanakan dalam 2 (dua) putaran (siklus), yakni Putaran I (menggunakan metode “konvensional”), dan Putaran II (menggunakan metode ”pemilihan kata kunci dalam setiap paragraf”). Pada setiap siklusnya terdiri dari 4 tahap kegiatan, yaitu: (1) planning (perencanaan pengajaran), (2) acting (pelaksanaan pengajaran), (3) observing (dengan membandingkan hasil pre-test dan post-tes), dan (4) reflecting (menganalisis efektivitas pendekatan yang telah dilakukan dalam pelaksanaan pengajaran).
Sesuai dengan tahap-tahap kegiatan PTK, maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada Siklus/Putaran I sebagai berikut:
1.        Tahap pertama, PLANNING (perencanaan), adalah menyusun perencanaan pengajaran (RPP) dengan metode konvensional.
2.        Tahap kedua, ACTING (pelaksanaan), adalah melaksanakan pengajaran dengan metode konvensional.  
3.        Tahap ketiga, OBSERVING (observasi), yakni mengobservasi kemampuan siswa membaca Al-Quran sebagai dampak dari pengajaran yang menggunakan metode konvensional.
4.      Menilai ”keberhasilan” metode konvensional, yakni dengan membandingkan skor pre-test dengan skor pos-test.

Setelah dianalisis ternyata ”kurang” berhasil, atau ”gagal”, sehingga perlu dilakukan Putaran II yang menggunakan metode lain, dalam hal ini ”pemilihan kata kunci dalam setiap paragraf”. Pada Putaran II ini pun dilakukan 4 (empat) tahap berikut:
1.      Tahap pertama, PLANNING (perencanaan), adalah menyusun perencanaan pengajaran (RPP) dengan metode ”pemilihan kata kunci dalam setiap paragraf”.
2.      Tahap kedua, ACTING (pelaksanaan), adalah melaksanakan pengajaran dengan metode ”pemilihan kata kunci dalam setiap paragraf”.
3.      Tahap ketiga, OBSERVING (observasi), yakni mengukur pemahaman siswa terhadap teks panjang sebagai dampak dari pengajaran yang menggunakan metode ”pemilihan kata kunci dalam setiap paragraf”.
4.      Menilai ”keberhasilan” metode ”pemilihan kata kunci dalam setiap paragraf”, yakni dengan membandingkan skor pre-test dengan skor pos-test.

Langkah terakhir adalah membandingkan efektivitas metode ”pemilihan kata kunci dalam setiap paragraf”dengan efektivitas metode “konvensional”, yakni dengan cara membandingkan pemahaman siswa terhadap teks panjang sebagai dampak pengajaran dari kedua metode tersebut.


DAFTAR PUSTAKA


Depdikbud (1999), Penelitian Tindakan (Action Research), Bahan Pelatihan, Jakarta: Direktorat PMU Ditjen Dikmenum.

Munawar Rahmat (2008), “Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas dalam CD”, Bandung: YBHI Press.

________ (2008), “Cara Mudah Memahami Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas”, Makalah dalam Pelatihan PTK, Tim Instruktur Diklat KTI & PTK Prodi Pendidikan Umum/Nilai Sekolah Pascasarjana UPI.

________ (2008), “Rukun Penelitian Tindakan Kelas”, Makalah dalam Pelatihan PTK, Makalah dalam Pelatihan PTK, Tim Instruktur Diklat KTI & PTK Prodi Pendidikan Umum/Nilai Sekolah Pascasarjana UPI.




Anda sedang membaca artikel tentang PROPOSAL PTK BAHASA INDONESIA UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SD dan anda bisa menemukan artikel PROPOSAL PTK BAHASA INDONESIA UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SD ini dengan url http://ptk-guru.blogspot.com/2012/10/proposal-ptk-bahasa-indonesia-upaya.html, silahkan anda sebar luaskannya atau copy paste jika artikel PROPOSAL PTK BAHASA INDONESIA UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SD ini bermanfaat bagi anda dan teman-teman, mohon sertakan link PROPOSAL PTK BAHASA INDONESIA UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SD sebagai sumbernya.
Posted by: Daryono sarjana sastra Daryono sarjana sastra, Updated at: 6:32 AM

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih